Mengharap Surga = Pamrih???


Bismillahirahmanirahim,

Malam kemarin aku melakukan perbincangan hangat dengan salah satu guruku di pengajian. Senang rasanya bisa berbagi pengetahuan tentang islam. Saat itu topik yang sedang kami perbincangkan adalah tentang surga dan neraka. Mungkin ini topik yang sering perbincangkan. Tapi, pada kenyataannya beberapa orang sering keliru memahiminya.

Perbincangan itu dimulai saat aku memberitahukan temanku, kalau kita hendak kusyuk sholat maka kita harus meletakkan surga di kanan kita dan neraka di sebelah kiri kita. Tapi, aku tidak menyebutkan dalilnya apa. Sehingga guruku menilai bahwa aku mengatakan hal tersebut berdasarkan akal saja.

Menurut beberapa ahli tasawuf, mengharapkan surga dan neraka adalah pamrih. Atau bisa dibilang jika kita mengharapkan surga kita tidak ikhlas menjalani ibadah.

Akan lebih baik kita berharap laptop yang rusak menjadi benar  dengan ikhtiar atau mengharapkan masuk pesantren yang bagus agar dapat mendekatkan diri kepada Allah. (Lalu, apa jadinya sebelum laptopnya benar atau masuk pesantren kita terlebih dahulu meninggal. Sementara kita belum sempat berdo’a mengharap surga?)

Jika memang seperti itu adanya, kita menjadi terfokus pada ikhtiar membenarkan laptop daripada ikhtiar mendapatkan surga.

Ada sebuah kisah yang dilakukan oleh orang sufi. Pada saat itu ada seorang wanita sufi (guruku lupa tentang namanya) yang membawa obor ke sekeliling kampungnya. Lalu orang – orang bertanya padanya mengapa ia melakukan itu. Wanita itu menjawab, “aku ingin membakar surga. Karena banyak orang beribadah mengharapkan surga.” Kemudian, ia pun membawa ember berisi air. Orang -orang juga bertanya, ia menjawab “Aku ingin memadamkan api neraka.”

Aku tidak tahu apakah orang itu benar – benar sadar apa yang ia lakukan. Tapi, menurut pemahamanku (yang lemah ini) hal itu adalah perbuatan lancang yang tidak patut dijadikan ibroh (pelajaran).

A’uzubillahiminasyaithonirajim…

Ini adalah permasalahan serius. Aku benar – benar memohon perlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, sehingga tidak menggelincirkanku dari kebenaran.

Bukannya aku ingin sok paling benar, sungguh bukan ini maksudku! Aku sendiri hanya manusia hina yang tak sanggup memikul beban berat dosaku. Aku meminta izin dan maaf yang sebesar – besarnya kepada guruku. Izinkanlah aku mengungkapkan kebenaran dan meluruskan kekeliruan.

Aku mengambil beberapa refrensi, pengalaman, dan hal – hal yang pernah ku lihat dan ku dengar sebelumnya. Sejauh pemahamanku yang terbatas ini, setiap hal yang berkaitan dengan kebenaran agama harus sesuai dengan dalil yang tepat dan penafsiran dalil harus sesuai dengan pemahanman Rosullulah dan para sahabat, karena mereka adalah sebaik – baik manusia.

Mari kita luruskan semua ini dengan dalil Alqur’an dan Sunnah

Allah SWT. berfirman :

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang – orang yang bertaqwa ialah (seperti taman), mengalir sungai – sungai didalamnya; buahnya tak henti – henti sedang naunganna (semikian pula). itulah tempat kesudahan bagi orang – orang yang bertaqwa; sedang tempat kesudahan bagi orang – orang kafir ialah neraka.” QS. Ar-Ra’ad: 35)

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga – surga yang mengalir sungai sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalm surga – surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah – buahan yangs erupa dan utnuk mereka di dalamnya ada istri – istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” QS. Al-baqarah: 25)

Dari ayat – ayat di atas, jelas bahwa Allah menjanjikan surga untuk orang – orang yang bertaqwa. Sesuatu yang dijanjikan akan membuahkan harapan pada orang yang dijanjikan. Dengan adanya harapan itu, maka orang yang berharap akan berusaha mewujudkan harapannya.

Lalu, untuk melihat lebih jelasnya bagaiman Rosullulah dan para sahabatnya mengharapkan surga kita dapat melihat hadis-hadis berkut :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa sebagian sahabat bertanya “Wahai rasulullah ceritakan kepada kami tentang surga, apa bangunanya?” Beliau menjawab : “Batu batanya terbuat dari emas dan perak. Pasirnya adalah kesturi, kerikilnya intan dan permata, dan tanahnya adalah tanah za’fron. Orang yang masuk kedalamnya akan merasakan kenikmatan dan tidak pernah ada gangguan. Ia akan kekal di dalamnya dan tidak akan pernah mati. bajunya tidak akan lusuh dan masa mudanya tidak akan hilang.” (HR. Ahmad dan Tarmizi)

Diriwayatkan dari utbah bin gozhwah bahwa ia pernah berkutbah lalu memuji Allah dan menyanjungnya. selanjutnya ia berkata : “Amma ba’du. Sesungguhnya dunia ini hampr berakhir dab yang tinggal hanyalah sisa seperti sisa air di wadah yang dituangkan oleh pemiliknya. Dan sesungguhnya kalian akan segera berpindah darinya menuju sesudahnya. Maka dari itu berpindahlah  dengan membawa sebaik – baik amal kalian. AKmi beritahu bahwa jarak anatara dua daun pintu surga itu adalah empat puluh tahun perjalanan, dan sungguh akan adatng suatu hari dimana pintu surga sangat padat.” (HR. Muslim)

Dari usamah bin Zaid diriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Adakah diantara kalian yang siap masuk surga. Sesungguhnya surga tidak bandingannya. Demi Tuhan pemilik Ka’bah, sesungguhnya surga adalah cahaya yang berkilauan, tumbuhan selasi yang bergoyang, istana yang megah, istana yang terbentang, buah yang matang, istri yang cantik jelita, pakaian yang beraneka, tinggal selama – lamanya di kampung kedamaian, aneka buah, dedaunan hijau, serta kegembiraan dan kenikmatan di tempat tinggi nan elok.” Para sahabat berkata: “Ya Rosulllah, kami adalah orang – orang yang siap masuk ke dalam surga.” Beliau bersadba:”Insya Allah (Jika allah memperkenankan).” Mereka menjawab: “Insya Allah”

Dari hadis di atas, jelas bahwa rasoullulah mencertikan indahnya surga dan kita harus mempersiapkan diri masuk kedalamnya. Jadi, mengharapkan surga dan takut pada neraka adalah terpuji.

Mengharapkan surga merupakan cita – cita mulia, karena dengan mengharapkan surga berari kita mengharapkan ridho Allah SWT. Maksudnya wujud nyata dari kasih sayang Allah adalah memberikan surga bagi orang-orang yang bertaqwa.

Lantas, ada pula pertanyaan “Jika tidak ada surga dan neraka apakah kamu masih tetap beribadah kepada Allah?”

(Awalnya aku menjawab tidak tahu. Karena menjawab pertanyaan itu harus dipikrikan masak – masak dulu. Akhirnya kau sekarang menemukan jawabnnya. Semoga benar.)

Jawabannya : “Tentu saja, ya! Karena Allah menciptkan makhluk untuk beribadah hanya kepadanya. Ibadah merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Kalau seandainya hal itu terjadi (tidak ada surga dan neraka) maka tidak ada manusia dan jin, yang ada hanya malaikat yang terus beribadah kepada Allah (dan mungkin kita akan jadi malaikat). Karena kenikmatan malaikat adalah beribadah kepada Allah. Malaikat tidak diberi hawa nafsu dan kesalahan. Semantara manusia mempunyai hawa nafsu. Ia harus bertarung melawannya. Oleh sebab itu Allah memotifasi manusia dengan surga, sebagai bentuk Ridhonya Allah kepada manusia yang bertaqwa. Dan  memperingatkan manusia  murkanya Allah dengan menunjukkan neraka azab yang pedih.

Yah… mungkin hanya itu saja yang dapat aku tunjukkan. Ilmuku masih sangat terbatas, mohon koreksinya. Untuk guruku yang insya Allah dirahmati Allah. Jangan tersinggung apalagi marah, ya dengan tulisanku ini. Aku tidak ingin ukhuwah yang telah kita bangun bersama – sama hancur hanya dalam perbedaan. Aku hanya mengungkapkan pendapat yang sesuai dengan dalil Alqur’an. sungguh bukan maksudku menyalahkan. Aku hanya mencoba mengamalkan surat Al-asr : saling nasehat – menasehati dalam kebenaran.

Guruku, bimbing aku seandainya aku salah. Aku hanya seorang anak kecil yang tidak mengerti apapun kecuali yang ku dengar dan ku tangkap. Sungguh kebenaran itu datangnya dari Allah dan kesalahan dari aku pribadi.

Semoga engkau tidak menolak kebenaran dari manapun arahnya dan semoga aku pun juga begitu.

Wawllahualam Bisawab…

Posted on Oktober 15, 2011, in Dakwah dan Nasehat, Ibroh, Islam For Teens and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan komentar untuk menjalin persahabatan yang Indah...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: