Nasehat Mande di Malam Minggu


Aku menghabiskan malam mingguku dengan indah bersama kekasihku, mande kanduang. Kami berbincang – bincang mengenai bagaimana seorang remaja harus bersosialisi. Ibuku menyuguhkan sebuah rumus dalam pipatah minangnya, yaitu ingek kato nan ampek (ingat 4 kata), yaitu kato malereng, kato manurun, kato mandaki, dan kato mandata.

Yaps! kesemuanya dalam bahasa padang. Ibuku bilang orang padang itu mempunyai tata krama dalam pergaulan. Mungkin setiap suku mempunyai tatakrama yang berbeda. Prinsipku asalkan itu tidak bertentangan dengan nilai – nilai islam, hal itu tidak masalah. Lagipula mendengarkan pituah mande nikmat juga.

Kami membahas bagaimana seseorang dapat bersosialisasi dengan orang lain, tetapi tetap menghargai dan menghormati mereka. Pertama adalah kata mandata, dalam bahasa indonesianya artinya kata mendatar. Kata mendatar ini digunakan saat kita berbicara dengan teman sebaya. Disini prinsip menghargai diperlukan sekali, karena tanpa itu kita akan menggap diri kitalah yang sepatutnya di dengarkan. Akhirnya menjurus pada kesombongan yang terlaknat.

“Apa pendapatmu? Kamu? Kamu? dan kamu?… oh… kalau aku begini. Bagaimana sebaiknya. Nah, yang sebaiknya inilah yang harus dicari.” begitulah kata ibuku seraya memperagakan dengan tanganya.

Aku kemudian bertanya, bagaimana jika di dalam seuatu diskusi kita tidak dimintai pendapat? atau tidak dibutuhkan?

“Dengarkan. Jadilah pendengar yang baik. Oh… misalkan hari ini pendapat kita tidak berguna, mungkin saat diskusi yang lain pendapat kita kemarin akan berguna. Hanya tinggal menunggu saat yang tepat.”

Nah yang kedua adalah kato manurun. Artinya kata yang diucapkan lembut dan tidak meninggi. Kata manurun juga artinya kata menurun. Kata ini diucapkan pada yang lebih muda dari kita. Harus berkasih sayang dan berlemah lembut.

Ingat Allah mencintai kelembutan dalam segala hal.

“Dinda jangan begitu nanti akibatnya akan begini. Nanti kalau begini dinda dimarai mama.” seperti itulah kira – kira.

Selanjutnya ada kato malereng. Sobat tau melereng kan? itu lereng gunung..! Maksud dari kata malereng adalah berbicara yang sopan kepada yang lebih tua dari kita. contohnya adalah kakak. Saat bertanya dengan kakak pergunakan bahasa yang hormat serta santu. begitulah.

Yang terakhir adalah kata mandaki. Menurutku ini adalah tingkatan tertinggi. Kata mendaki digunakan kepada orang – orang yang sepatutnya kita hormati. Seperti kepada orang tua dan guru. Mereka harus dihormati tidak hanya dengan ucapan yang sopan tetapi juga harus lembut, tenang, dan menghargai.

Yah… semoga Allah menjadikan kita semua orang yang berakhlaq mulia kepada Allah, rosulnya, dan makhluknya. Amin…

About these ads

Posted on November 13, 2011, in Ibroh and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan komentar untuk menjalin persahabatan yang Indah...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: