Cadar, Budaya Arab atau Islam?


Bismillahirahmanirrahiim…

Fenomena muslimah bercadar kini kian marak di masyarakat. Berbagai  stigma dilontarkan. Bermacam  paradigma diungkapkan. Dari yang mengerti arti penting cadar hingga sekedar berpendapat. Dari mendukung sampai sentimen keras.

Selalu ada saja kontroversi untuk sesuatu yang dianggap “baru” dan “aneh”. Padahal, jika kita telusuri lebih lanjut, fenomena ini bukan hal baru untuk mereka yang mengaku muslim. Karena Al-Qur’an pun sudah mensosialisasikan cadar dengan baik.  Mereka kurang mengambil perhatian lebih terhadap agamanya sendiri.

Tampaknya, masyarakat kita terburu – buru mengambil kesimpulan sebelum meneliti dan menimbang. Itulah mengapa, Allah, dalam surat Al-Hujurot ayat 6, menyuruh kita untuk memahami sebuah persoalan terlebih dahulu baru mengambil sikap.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang – orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepadamu dengan membawa berita, maka carilah berita itu supaya kamu (tidak) menimpakan tuduhan kepada suatu kaum dengan kebodohan, akibatnya kamu akan menyesal terhadap apa yang kamu perbuat.”

Nah, sobat muslim, disini Ridfa ingin berbagi sedikit ilmu dan pengalaman Ridfa kepadamu. Berhubung beberapa waktu lalu sahabat blogger kita, Indahislam.com (Silahkan kunjungi, yaa) meminta Ridfa untuk membahasnya, mari kita tuntaskan hal itu sekarang.

Ridfa usahakan untuk mengambil referensi yang valid mengenai masalah ini dan Ridfa akan sertakan beberapa link  referensi yang berhubungan dengan masalah ini. Sehingga sahabat yang ingin memahami lebih lanjut bisa merujuk pada referensi tersebut.  Ridfa harap sahabat juga mau memberikan kritik dan saran yang membangun untuk Ridfa. Selamat Membaca… ^_^

Bercadar Termasuk Ajaran Islam

Dalam islam, ilmu memiliki peran penting dalam keimanan. Karena tanpa ilmu  kita tidak mungkin mampu untuk mempercayai sesuatu. Tanpa ilmu kita tidak mungkin mengenal Allah dengan baik. Begitu juga dengan hal ibadah, harus didasari dengan ilmu yang shahih. Bukan hasil karangan manusia. Karena jika itu dilakukan, maka amalan yang bukan dari ajaran rasullulah, tertolak. Alias sia – sia. Bukannya mendapat pahala, yang ada dicap sesat oleh Rasullulah sendiri. Ilmu yang shahih itu bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’ para sahabat. (Lihat –> Meraih kemuliaan dengan Ilmu syar’i)

Sekarang mari kita buktikan bahwa bercadar merupakan ajaran islam yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, tentunya dengan ilmu, bukan hawa nafsu, logika, atau prasangka semata.

  1. Dalil Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
  • Surat Al – Ahzab Ayat 59

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Nah, sobat, makna jilbab dalam bahasa Arab adalah: Pakaian yang luas yang menutupi seluruh badan. Sehingga seorang wanita wajib memakai jilbab itu pada pakaian luarnya dari ujung kepalanya turun sampai menutupi wajahnya, segala perhiasannya dan seluruh badannya sampai menutupi kedua ujung kakinya.

Untuk lebih jelas dan yakin, silahkan sobat buka Al-Qur’an terjemahan dan lihat dibagian bawah (footnote) dari ayat 59 surat Al-Ahzab, maka sobat akan melihat tafsiran Departemen Agama (Depag) berbunyi “Jibab adalah sejenis baju kurung yang menutupi kepala, wajah, dan dada”

  • Surat An-Nuur Ayat 31

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS. An Nur: 31)

Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud berkata, yang dimaksud dengan perhiasan adalah pakaiannya.  Karena biasanya dalam bahasa arab kata perhiasan sering digunakan untuk menunjukkan pakian. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat ayat berikut ini,

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. . . ” (QS. Al-A’raaf: 31)

Lihat kata زِينَتَهُنَّ (Zinatuhunna yang artinya pada surat An-Nuur adalah perhiasan mereka {perempuan} ) dan زِينَتَكُمْ (Zinnatukum yang artinya dalam surat Al-A’raaf adalah pakaian kamu {laki – laki}). Bagaimana? Sama, bukan? Jadi,  perhiasan adalah sinonim dari pakaian.

Ayat tadi menunjukkan bahwa wanita dianjurkan untuk tidak menampakkan pada diri mereka kecuali pakaiannya saja. Artinya tubuh tidak diperlihatkan dan wajah termasuk bagian dari tubuh.

Para ulama membolehkan wanita untuk memperlihatkan matanya untuk melihat ketika keluar rumah. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa ayat ini pun merupakan hujjah yang jelas bahwa cadar merupakan ajaran islam.

  • Hadis Dari Aisyah ra.

لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ ( وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا

“Mudah-mudahan Allah merahmati wanita-wanita Muhajirin yang pertama-tama, ketika turun ayat ini: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. Al Ahzab: 31), mereka merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Jarir, dan lainnya)

Ibnu Hajar berkata : “Perkataan: lalu mereka berkerudung dengannya” maksudnya mereka menutupi wajah mereka.”

كَانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّونَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْرِمَاتٌ فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا سَدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا فَإِذَا جَاوَزُونَا كَشَفْنَاهُ

“Para pengendara kendaraan biasa melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka mendekati kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya pada wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain)

  • Perkataan ‘Aisyah dalam peristiwa Haditsul Ifki:

وَقَدْ كَانَ -صَفْوَانُ بْنُ الْمُعَطَّلِ السُّلَمِيُّ ثُمَّ الذَّكْوَانِيُّ- يَرَانِي قَبْلَ أَنْ يُضْرَبَ الْحِجَابُ عَلَيَّ فَاسْتَيْقَظْتُ بِاسْتِرْجَاعِهِ حِينَ عَرَفَنِي فَخَمَّرْتُ وَجْهِي بِجِلْبَابِي

“Dia (Shawfan bin Al-Mu’athal) dahulu pernah melihatku sebelum diwajibkan hijab atasku, lalu aku terbangun karena perkataannya: “Inna lillaahi…” ketika dia mengenaliku. Maka aku menutupi wajahku dengan jilbabku.” (HR. Muslim)

Asma’ binti Abi Bakar berkata: “Kami menutupi wajah kami dari laki-laki, dan kami menyisiri rambut sebelum itu di saat ihram.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim. Al-Hakim berkata: “Shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim”, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Inilah kebiasaan Ummahatul mukminin, yaitu menutupi wajah.

Di Arab banyak Debu, Di Indonesia Juga!

Dari hadis – hadis diatas tentu jelas sekali, bahwa wanita – wanita arab dulu, sebelum diperintahkan menggunakan cadar (jilbab) mereka tidak menggunakanya. Meskipun kita tahu kondisi arab dahulu dan sekarang pun sama. Sama – sama berdebu. Jadi, motif mereka bercadar bukan karena debu, tetapi karena ini adalah syariat islam!

Syubhat lain yang dikemukakan oleh mereka yang mengatakan bahwa cadar adalah budaya Arab adalah  laki – laki di Arab memiliki nafsu yang lebih besar terhadap wanita daripada di Indonesia. Sehingga wanita disana untuk menjaga dirinya dengan menggunakan cadar.

Begini, di zaman para sahabat saja, yang mereka adalah generasi terbaik dalam islam dan orang – orang fasiqnya  sedikit, para wanitanya dianjurkan menggunakan cadar. Tentunya di zaman yang penuh fitnah ini lebih dianjurkan lagi. Bukan hanya di arab saja, orang – orang yang memiliki pemikiran – pemikiran aneh di luar arab pun banyak.

Bagaimana, sobat? Sudah jelas, bukan, bahwa bercadar merupakan syariat islam. So, setelah ini, mari kita bersepakat untuk meluruskan kerancuan ini, yaa. Sepakat denganku, ya, bahwa cadar adalah Sunnah Nabi kita, Muhammad Saw.

Dan Rasullulah bersabda, “Maka barang siapa membenci sunnah-sunnahku, maka dia bukanlah termasuk golonganku” (HR Bukhari).

Tetap Saja Perbedaan itu Rahmat!

Sahabat, diskusi mengenai cadar di kalangan para ulama memang lumayan panjang. Beberapa ulama ada yang mewajibkan cadar dan ada yang tidak mewajibkannya. Contohnya saja Ibnu Mas’ud, dia termasuk sahabat nabi yang  memahami cadar sebagai kewajiban sementara Ibnu Abbas mengatakan bahwa itu bukanlah sebuah kewajiban. Terlepas dari wajib atau tidaknya. Ulama sepakat bahwa bercadar hukumnya mustahab (dianjurkan). Silahkan klik link ini untuk keterangan lebih jelas  Hukum Bercadar

Di pandangan 4 Imam besar Mazhab pun memahami dengan demikian. Entah itu Syi’fi, Maliki, Hanafi, dan Hambali. Untuk lebih jelasnya sahabat bisa tengok ke  link ini Hukum memakai cadar menurut pandangan 4 Imam Mazhab

Adanya perbedaan di kalangan ulama mengenai pemahaman mereka tentang wajib atau tidaknya cadar tersimpan hikmah tersendiri. Nampaknya Allah memberikan keringanan pada kita untuk memilih.

Nah, sahabat, sebagai bentuk cintanya kita kepada Rasullulah kita harus mendukung mereka yang mengikuti sunnah Nabinya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Amiin..

 

About these ads

Posted on Agustus 30, 2012, in Dakwah dan Nasehat, Ibroh and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. AKHIR ZAMAN..ILMU HILANG..,bnyk orang bodoh..

  2. Jazakillah, Syukron ya kak Ridfa.. :) :)
    Jadi semangat deh bacanya..
    Kakak udah mondok ya sekarang?

  3. Assalamu’alaikum, ‘afwan ukhti, ana bisa minta alamat fbnya, ana ingin menimba ilmu dari ukhti,. sukron

    • Waalaikum salam Afwan sebelumnya ukhti… ana juga masih pelajar. Kurang pas rasanya jika menimba ilmu ke ana. Heheh…

      Tapi sekedar sharing dan curhat – curhatan bareng bukan masalahlah… FB ana Ridho Musfa Tukmalahasanah.

  4. my beauty is for my husband to see not the world…

  5. asalamualaikum wr. wb
    dari apa yang saya dapat setelah baca artikel ini dikatakan bahwa cadar itu adalah syariat islam. cuma saya heran dari ayat-ayat yang dilampirkan tidak ada kandungan yang yang mengatakan wanita harus menutup wajah nya, dan selama saya belajar muka/wajah tidak termasuk aurat ,jadi saya mohon kemurahan hati mba untuk menjelaskan lagi supaya daya dapat memahami apa yang sebenarnya :) terima kasih

    • silahkan lihat terjemahan Al-qur’an DEPAG, surat Al-Ahzab ayat 59, kata jilbab akan diberi footnote. Mbak silahkan lihat footnotenya. kurang lebih seperti ini “Jilbab adalah sejenis baju kurung yang menutupi kepala, wajah, dan dada” :)
      untuk lebih jelasnya silahkan mbak kunjungi website muslimah.or.id
      Sykron…

Silahkan komentar untuk menjalin persahabatan yang Indah...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: