Arsip Blog

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


 

Assalamualaikum Sahabat…:) 

Senangnya bisa kembali berjumpa lewat tulisan. Kali ini Ridfa ingin berbagi rangkuman Pelajaran Sejarah kelas IX Bab 3. Mumpung besok akan ujian. Yah… sekalian membantu teman – teman yang catatannya belum rampung. Semoga bermanfaat, ya….

:D

Sahabat, ternyata perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kedaulatan penuh atas Indonesia, negerinya sendiri, tidak berhetnti pada 17 Agustus 1945. Justru proklamasi itu adalah awal dari perjuangan babak baru yang lebih berat. Peristiwa – peristiwa pasca mempertahankan kemerdekaan adalah bukti bahwa para pahlawan benar – benar tulus membela tanah air yang terjajah.

Adanya keinginan Belanda untuk menguasai kembali Indonesia dan adanya sebagian kecil rakyat yang ingin memisahkan diri dari Indonesia merupakan ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Artinya serangan untuk membuat Indonesia kembali terpuruk terjadi dalam dua faktor : Dari dalam dan Dari Luar.

Cara melemahkan kekuatan lawan dari Luar yang pertama kali adalah dengan melalui peperangan. Setelah ternyata hal itu kurang membuahkan hasil yang memuaskan, maka ditempuhlah jalan diplomasi. Berbeda halnya dengan meredam berbagai pemberontakan yang terjadi di dalam negri, para pemimpin bangsa ini lebih memilih untuk melakukan berbagai perundingan sebelum akhirnya melakukan operasi militer.

Pertempuran Fisik Melawan Belanda

  1. Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran yang terjadi pada 14 – 20 oktober 1945 ini terjadi di beberapa titik, yaitu Kintelan, pandanaran, jombang, dan di depan Lawang Sewu (Tugu Muda). Penyebabnya adalah 400 orang veteran jepang yang dipekerjakan di pabrik gula ternyata melarikan diri dan meminta perlindungan kepada batalyon Kido Butai di Jatingaleh. Pertempuran baru berhenti setelah Pimpinan TKR berunding dengan pimpinan jepang.
  2. Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Pertempuran ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat surabaya yang merasa dikhianati oleh pihak sekutu yang tergabung dalam AFNEI. Mereka membawa angkatan perang Belanda. Kejadian ini berlangsung pada tanggal 28 oktober – 10 november 1945. Dalam pertempuran ini Bridgjen Mallaby tewas. Pasukan baru pun dipersiapkan dan dipimpin oleh Mayor jendral manserg. ia membuat “ultimatum manserg” yang berisi rakyat surabaya harus segera menyerahkan senjata kepada Belanda. Dengan semangat pantang menyerah ultimatum tersebut ditolak oleh Soerjo (Gubernur Surabaya). Bung Tomo pun menyeru kepada segenap warga Surabaya agar melawan sekutu sekuat tenaga. Pertempuran ini mencapai puncaknya pada 10 november 1945 yang diperingati sebagai hari “Pahlawan”
  3. Palagan Ambarawa.  Pada awalnya pihak sekutu hanya betujuan membebaskan para tawanan, pada kenyataannya mereka juga membawa tentara Belanda (NICA). Hal ini membuat rakyat di Ambarawa, Magelang, Jawa Tengah marah. Akhirnya pertempuran pun meletus pada 26 Oktober 1945 – 15 desember 1945. Untuk menyelesaikan masalah ini Persiden Soekarno melakukan perundingan dengan Jendaral Bethel. Namun, kesepakatan yang berisi bahwa tentara seukut tidak akan membawa Belanda ke Indonesia dilanggar. Perlawanan pun dilakukan oelh TKR yang dipimpin oleh Mayor Sumarto di Magelang, Letkol M. Sarbini  di Kedu tengah, dan Kolonel Sudriman  di Banyumas. Pertenpuran ini menewaskan Letkol Isdiman, pemimpin pasukan di Purwerkerto.
  4. Bandung Lautan Api. Rakyat bandung tidak mengizinkan sekutu untuk menduduki wilayah Bandung yang telah merdeka. Mereka pun akhirnya membumihanguskan bandung selatan yang sasaran utamanya adalah gudang – gudang mesiu yang di kuasai sekutu di Dayeukolot. Peristiwa ini terjadi pada 23 maret 1945. Muhammad Thoha dan Mohammad Ramdhan  yang memimpin serangan terhadap gudang mesiu tersebut.
  5. Peristiwa Medan Area. Alasan rakyat medan melakukan perlawanan terhdapa sekutu adalah : Pasukan sekutu yang dimpinpin oleh T.E.D. Kennedy berusaha mengambil alih pemerintahan di Sumatra. Sekutu membentuk Batalyon KNIL Medan. dan ikut campurnya pihak inggris di bawah bendera sekutu. Pertempuran ini terjadi pada 10 Agustus 1946
  6. Puputan Margarana . Puputan Margarana dalam bahasa Bali artinya perang habis – habisan. I gusti Ngu Rah Rai  pada 18 November 1946 menyerang markas Belanda di Tabanan. Namun, karena persenjataan yang kurang memadai beliau kalah. Namun, rakyat Bali tidak pernah menyerah meskipun nyawa menjadi taruhannya. Itulah sebabnya mengapa disebut puputan Margarana. Pertempuran ini berakhir pada 20 November 1946
  7. Peristiwa Merah Putih di Biak. Usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Biak, Papu terjadi pada 14 Maret 1948. Rakyat Biak menyerang Kamp NICA, yaitu tangsi Sorido. Sayangnya, pertempuran ini dimenangkan oleh sekutu.
  8. Persitiwa Merah Putih di Manado. Peperangan ini berlangsung pada 14 – 16 febuary 1956 di Sulawesi Utara. Penyebabnya pasukan AFNEI dari Australia yang diboncengi oleh Nica melakukan tindakan sewenang – wenang dengan menangkap tokoh RI. Pada saat 14 febuary PPI (Pasukan Pemuda Indonesia) menyerbu kedudukan NICA di Telling dan membebaskan tohoh RI, mereka lalu mengambil bendera belanda dan merobek warna biru, dan mengibarkan bendera merah putih. NICA dikalahkan pada 16 Febuary 1946, lalu dibentuklah pemerintah sipil dengen residen B.W. Lapian 

OK! Sobat… untuk sementara Ringkasannya sampai disini dulu, ya… Nanti kalau kepanjangan sobat lelah membacanya…! :)

Tenang…! Insya Allah… akan kita lanjutkan. Ditunggu Komentarnya, ya…

Salam Persahabatan…! ^_^

%d bloggers like this: